Tentang

Profil Museum

Andi Bayou Museum & Galeri Musik diresmikan pada tanggal 3 Februari 2025 oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Andi Bayou Museum dan Galeri Musik adalah museum musik pribadi pertama di Indonesia yang didirikan oleh musisi Andi Bayou sebagai tempat edukasi,
apresiasi, dan kolaborasi musik untuk melestarikan dan mengembangkan sejarah musik. Tercatat sebagai museum musik pribadi pertama di Indonesia. Andi Bayou adalah seorang musisi terkenal yang juga seorang arranger, komposer dan produser musik nasional yang banyak menangani album rekaman artis-artis besar di industri musik Indonesia. Pada tahun 1995 Andi Bayou mendirikan band Bayou dan melejit dengan lagu Hanya dirimu.

Koleksi museum adalah berbagai alat musik, alat rekaman dari analog hingga digital dan juga barang-barang bersejarah milik Andi Bayou, yang merekam jejak karir sang maestro hingga kini. Koleksi alat musik dan rekaman yang ada di museum hampir semuanya masih berfungsi dengan baik,
paling tua Piano W. Naessens & Co produksi tahun 1920 warisan nenek Andi Bayou.

Sebagai artis endorser Roland keyboard selama 15 tahun, Andi Bayou Museum juga menyimpan koleksi Roland keyboard generasi pertama Roland SH-3A buatan tahun 1973, Roland SH-2000 buatan tahun 1974, Roland organ pertama Roland VK-1 buatan 1980 dan Piano MIDI pertama di dunia Roland HP-400 Piano Plus dirilis pada pameran alat musik terbesar dunia NAMM Show tahun 1983.

Sejak tahun 2023 Andi Bayou tercatat sebagai artis internasional untuk brand Nord, keyboard handmade buatan Swedia. Andi Bayou Museum juga menyimpan keyboard Nord pertama Nord Lead buatan tahun 1997 dan seri terbaru keyboard Nord lainnya. Andi Bayou Museum juga digunakan untuk diskusi tentang musik, pelatihan atau masterclass, dan ruang pertemuan yang atraktif serta edukatif.

Profil Andi Bayou

Dikenal luas sebagai Andi Bayou, R. Andi Haryo Setiawan, S.H., M.H., menapaki ruang penting dalam musik Indonesia sejak era 90-an. Keberhasilannya tidak sekedar melalui band Bayou, band pop-rock yang sempat hits di pertengahan 1990-an, tetapi juga melalui perannya sebagai produser, arranger, dan komposer yang punya peranan penting dalam penggarapan album rekaman berbagai musisi besar, mulai dari Iwan Fals, Nicky Astria, Judika, Agnez Mo, Sheila on 7, Kangen band hingga album reality show televisi seperti AFI 1 dan Rising Star Indonesia.

Jejak profesional ini membentuk reputasinya sebagai salah satu kreator musik yang berpengaruh di belakang layar industri. Selain produksi musik, perjalanan Andi Bayou sebagai kibordis memberi warna tersendiri dalam kariernya. Ia menjalani kerja sama panjang dengan Roland keyboard selama lima belas tahun, periode yang membawanya berkunjung ke kantor pusat Roland di Hamamatsu, Jepang sebanyak dua kali.

Pengalamannya kemudian berlanjut ke Frankfurt Music Messe di Jerman dan NAMM Show di Anaheim California, dua ajang besar pameran alat musik dunia. Pada tahun 2024, pengakuan profesionalnya berkembang ketika ia ditetapkan sebagai Artis Internasional Nord, dan menjadi brand
ambassador dari perusahaan keyboard handmade asal Swedia tersebut.

Karya-karya Andi Bayou menerima tiga nominasi berturut-turut di Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2016, 2017, dan 2018, untuk karyanya yang berjudul “Welcome to the Sea of Love,” “Sunrise at Borobudur,” dan “Java War.” Karya “Java War” memiliki kedekatan historis, karena berangkat dari kesadarannya sebagai bagian dari trah tokoh-tokoh dan penelusuran jejak leluhur yang terlibat dalam Perang Jawa, termasuk Pangeran Diponegoro, Pangeran Mangkubumi dan Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Proses perekamannya dilakukan di The Cutting Room Studio, New York, studio yang juga digunakan musisi internasional seperti The Corrs, Linkin Park, dan Boyzone. Karya “Java War” juga pernah dibawakan sebagai penampil tunggal pada opening Pameran “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro” pada Senin, 21 Juli 2025 yang dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di Galeri Nasional Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya mengarsipkan perjalanan musikalnya, Andi Bayou mendirikan Andi Bayou Museum & Galeri Yang berlokasi tidak jauh dari kawasan museum Diponegoro. Museum ini berfungsi sebagai ruang edukasi dan produksi untuk merekam perjalanan musikal, ingatan
kreatifnya, sekaligus menempatkannya kedalam konteks sejarah keluarga. Peresmian museum dilakukan pada 3 Februari 2025 oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

decor-about-2.png
decor-about-1.png
decor-3.png
deor-4.png

Visi

“Menjadikan Andi Bayou Museum dan Galeri Musik Yogyakarta sebagai lembaga kajian terkemuka di bidang arsip, edukasi, apresiasi, dan kolaborasi musik yang mandiri, transparan, akuntabel dan profesional”

Misi

  • Melakukan dan mengembangkan kajian dan riset terkait arsip, edukasi, sejarah musik sebagai acuan pemanfaatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

  • Menjadi partner kritis Pemerintah dalam memberikan masukan, referensi, dan rekomendasi kebijakan pengelolaan museum sebagai ruang edukasi dan representatif berbasis pada arsip, data dan informasi faktual untuk kemaslahatan masyarakat terhadap edukasi musik.

  • Mengembangkan strategi dan manajemen adaptif dalam perencanaan kebijakan ruang edukasi, penelitian, arsip perjalanan musik Indonesia.

  • Mengembangkan layanan edukasi dan keahlian terhadap masyarakat dan dan pihak lain terkait untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada bidang edukasi musik.
Quotes

"Musik bukan hanya tentang nada. Ia adalah perjalanan, tentang bagaimana manusia menemui dirinya di antara bunyi, waktu, dan ketulusan."

Andi Bayou
decor-about-4.png
decor-about3.png
Scroll to Top